Dakwah Di Atas Bashirah dan Berjamaah


 
 
Oleh: Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Yusuf terdapat prinsip-prinsip apabila kita ingin mengikuti Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam dakwah, Yaitu firman Allah;
   قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.(Yusuf: 108)
Di dalam ayat di atas terdapat pelajaran;
A.                               علَى بَصِيرَة (Di atas Bashirah)
Dakwah bukan sekedar ngomong tapi ‘ala bashirah, Dr. Ahmad Al Qadhi menulis dalam kitab Al Aqidah Wal Hayah; mengatakan bahwa bashirah ada 3 kriterianya:
1.  Ilmun Billah, ilmu tentang Allah. Itulah ilmu Tauhid, kedekatan seseorang kepada Allah sangat ditentukan oleh kualitas Tauhidnya. Dan Al Qur’an itu seluruhnya menekankan masalah Tauhid. Karenanya inilah harus selalu kita dalami baik melalui ayat qauliyyah maupun kauniyyah.
2. Ilmun Bi Syariatillah/ Ilmun Bi Ahkamillah, sehingga kita memahami Al Qur’an dan sunnah melalui hukum-hukumnya. Paling tidak kitab Bulughul Maram itu bisa menjelaskan, kalau pingin meningkat lagi kitab Nailul Authar dalam bentuk perbandingan, kalau di bawah itu ada Umdatul Ahkam.
3. Ilmun Bi Ahwalin Nas, semakin kita bisa memahami manusia kita bisa memasukkan risalah Allah kepada mereka, sehingga ilmu komunikasi penting sekali, sehingga kita tahu dengan siapa kita berbicara.
B.  أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي (Aku dan Siapa Yang Mengikutiku)
Dakwah itu tidak boleh dijalankan sendirian, kita harus berjamaah.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

 

مَا مِنْ ثَلاَثَةِ نَفَرٍ فِي قَرْيَةٍ وَلاَ بَدْوٍ لاَ تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلاَةُ إِلاَّ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ ، فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةَ
“Tidaklah ada 3 orang berada di suatu kota atau desa, namun mereka tidak menegakkan shalat, melainkan mereka pasti dikuasai oleh setan. Maka hendaklah kamu berjamaah, karena serigala itu memangsa domba yang sendirian.”
(HR. Hakim, I/765. Syaikh al-Albani berkata, “Hasan Shahih”)
Jaringan dakwah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sangat luar biasa bukan hanya di Arab tapi menyebar hingga Yaman dan daerah-daerah lain, sehingga dakwah itu harus memakai jaringan.
Semoga kita dapat mengabil pesan-pesan yang tersirat dalam ayat ini serta dapat mengaplikaskannya. Aamiin
Tanskrip & Takhrij: Muizz Abu Turob حفظه الله