Pola Pendidikan Al Quran

Pola Pendidikan Al Quran

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Seseorang jika mau berinteraksi dengan Al-Quran maka ia akan terhindar dari gangguan-gangguan setan. Di sisi lain ia juga akan selamat dari pengaruh-pengaruh buruk.

Ada seorang anak tega membunuh kakaknya sendiri. Anak ini pasti jauh dari Al-Qur’an, atau memang diawali dari orang tuanya yang sudah jauh dari Al-Quran.

Apalagi bulan Ramadhan seperti ini, setan dipersempit ruang geraknya, maka perlu dimunculkan pengaruh-pengaruh positif Al Quran.

Oleh karenanya, tutuplah pintu-pintu setan melalui Al Quran.

Sebenarnya pola-pola pendidikan kita masih banyak yang perlu diubah. Contohnya anak SD diajari, “Ini ibu Budi” dan seterusnya. Untuk apa urusi si Budi?

Ini karena pembuat kurikulum belum memahami bagaimana pembentukan karakter.

Maka dari itu pola yang benar dalam pendidikan ada dalam QS. Al Jumuah: 2,

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Polanya ada 3:

Pertama, Banyak-banyak Dibacakan Ayat-Ayat Al Quran

Kedua, Tazkiyatun Nufus

Ketiga, Diajari pemahaman Al-Quran dan Sunnah