Tahu Tidak? Ini Yang Diminta Nabi Ibrahim

Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله
Allah Ta’ala berfirman;
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ . وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ . وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
“(Ibrahim berdo’a): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmahdan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni’matan.” (QS. Asy-Syu’ara: 83-85)
Berdasarkan ayat di atas, Nabi Ibrahim memohon 4 hal:
Pertama, “Berikanlah kepadaku hikmah” maksudnya adalah ilmu. Coba lihat, Nabi Ibrahim meminta kepada Allah tambahan ilmu, sebelum tambahan lainnya. Ini sama dengan perintah kepada Nabi Muhammad untuk meminta tambahan ilmu, buka QS. Thaha: 114.
Kedua, “Ke dalam golongan orang-orang yang saleh” artinya Nabi Ibrahim memiliki spirit berjamaah. Dan bukan sembarangan jamaah, namun jamaah orang-orang yang shalih.
Ketiga, “Buah tutur yang baik” artinya Nabi Ibrahim memohon kepada Allah, supaya menjadi teladan, dan dibicarakan keteladanannya. Inilah, setelah seseorang mendapat ilmu, maka ia harus menjadi panutan bagi orang lain.
Keempat, “Mempusakai surga” maksudnya menjadi penduduk surga. Ending dari setiap permohonan adalah surga. Tempat untuk memanen pahala dari ilmu, jamaah yang shalih, dan keteladanan adalah surga.
Ditanskrip dari Taujihat Ust Farid (dengan sedikit perubahan).