Penyimpangan Tasawuf

Berikut beberapa penyimpangan yang banyak dilakukan oleh kalangan sufi dan itu semua merupakan bentuk penyimpangan dari konsep tazkiyah.

  1. Penyimpangan yang paling besar dilakukan oleh keyakinan sufi yang wihdayul wujud yang berarti keberadaan mutlak bagi suatu dzat yang tinggal menjelma dalam beberapa wujud sesuai dengan keberagamaan sifatnya. Dzat itu dapat terlihat oleh mereka dalam wujud apa saja dan menjelma dalam segala bentuk. Keyakinan itu berasal dari India dan Persi. Keyakinan kalangan sufi bahwa Dzat Allah dapat menjelma dalam beberapa wujud, baik itu manusia, binatang. tumbuhan, atau lainnya.
  2. Ritual penggemblengan jiwa dengan amalan bempa khalwat, melepaskan diri, tidal: tidur, tidak bicara, memusatkan pikiran sambil bersemedi hingga menyatu dengan Pencipta alam, konsep ini disebut dengan hulul, yaitu menyatunya jiwa dengan Dzat Pencipta Rabb sekalian alam.
  3. Ibadah yang mereka lakukan diiringan dengan bersiul, bertepuk tangan, dan bemyanyi.
  4. Mereka meyakini kehadiran Nabi Khidir dalam kehidupan mereka.
  5. Mereka menyebut nama Allah dengan lafadz huwa-huwa atau Hu, Hu.
  6. Mereka mengharamkan yang dihalalkan Allah , seperti melarang minum air dingin, tidak boleh makan daging dan lain sebagainya.
  7. Mereka meyakini nur (cahaya) Muhammad sebagai tujuan Allah menciptakan makhluknya. Seperti dalam salah satu bait qasidah:

Engkau adalah matahari,

engkau adalah bulan Engkau cahaya di atas cahayaku

  1. Mereka berpatokan dengan mimpi-mimpi dalam menetapkan hukum.
  2. Mereka membagi ilmu dalam dua bagian, ilmu dhahir dan ilmu batin. Ilmu dhahjr adalah syariat dan ilmu batin adalah ilmu mereka (khusus).
  3. Mereka membagi agama menjadi empat tahapan. Syariat, thariqat, ma’rifat, dan hakekat.
  4. Mereka mengkulmskan kuburan-kuburan yang dianggap wali.