Author: muizz abu turob

Cabang Iman

Cabang Iman

Aqidah, Aqidah Islam
    Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas: ”Kebaikan yang kamu lakukan menyebabkan hati bercahaya, pikiran menjadi cerah, badan menjadi kuat, dan disukai oleh manusia di sekitarnya.” Itulah hakekat ketenangan. Rasulullah menyebutkan cabang-cabang keimanan yang bermuara dalam qalbu.   “Iman itu ada 70 lebih cabang atau 60 lebih cabang, yang paling mulia adalah kalimat laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan dan malu itu sebagian dari iman “        Ibnu Hibba menjelaskan perinciannya seperti yang dunukil oleh Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari. Terdapat 69 cabang keimanan, 24 cabang berkaitan dengan seluruh anggota tubuh. Wallahu A’lam.  
Mukmin Itu Harus Kuat

Mukmin Itu Harus Kuat

Tsaqafah, Wawasan
Rasulullah bersabda, “Mukmin yang kuat itu lebih baik dari pada mukmin yang lemah dan masing-masing memiliki kebaikan”      Tetapi hal itu semua harus disesuai dengan syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah Umar menyerukan kepada para orang tua agar mengajarkan kepada anak mereka yang dapat menyebabkan mereka kuat: “Ajarilah anak-anak kalian renang,melempar,dan mengendarai kuda.” Jadi kekuatan itu dibangun sesuai dengan petujuk islam dan untuk memperjuangkan islam
Mukmin Itu Bersih Dari Yang Haram

Mukmin Itu Bersih Dari Yang Haram

Akhlak, Akhlak & Adab
    Zhalim yang berarti melampaui batas dan pasti menuju kehancuran. Atau bodoh yang berarti hanya akan mengikuti yang salah dan berakibat kehancuran pula.   Sehingga yang terjadi adalah jasmani yang cenderung kepada dunia, serta akal tidak diarahkan kepada agama. Karenanya seorang muslim dilarang mencari harta yang haram atau dengan cara yang haram, terlebih lagi digunakan kepada yang haram. Seorang muslim adalah orang yang bersih dari yang haram, karena hal itu akan berpengaruh dalam hubungannya dengan Sang Khaliq. Rasulullah bersabda tentang orang yang berdoa tapi doanya tidak dikabulkan: ”Mengangkat kedua tangannya ke langit, Ya Rabb,Ya Rabb, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dari yang haram, bagaimana do’an
Muslim Itu Harus Kerja

Muslim Itu Harus Kerja

Tsaqafah, Wawasan
Telah sampai kepada kami bahwa Rasulullah bersabda,   ”Seandainya salah seorang dari kalian mengambil tali kemudian mengumpulkan kayu Ialu membawanya di punggung, itu lebih baik dari pada ia mendatangi saudaranya,‘ Ialu memintanya, dia memberinya atau menolaknya.”   Telah sampai kepada kami bahwa Umar berkata, ”Barang siapa di antara kalian yang bekerja, maka kami memujinya dan bila ia tidak bekerja, maka kami menuduhnya.”   Ia berkata, ”Wahai para pembaca! Tinggikan kepala kalian dan janganlah menambah kekhusyu’an atas apa yang ada di hati, berlomba-lombalah dalam mencari kebaikan, dan jangan menjadi tanggungan manusia, jalan sudah jelas.”   Ali bin Abi Thalib berkata, ”Sesungguhnya orang yang hidup dari tangan manusia, seperti orang yang menana
Jangan Hanya Ngaku Salafi

Jangan Hanya Ngaku Salafi

Aqidah, Aqidah Islam
Dan hadits Rasulullah ”Sebaik-baik manysia adalah generasiku (para sahabat) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabi’ut tabi’in).”   Demikian pula hadits Rasulullah ”Umatku ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di Neraka kecuali satu golongan. Mereka bertanya, ”Siapakah golongan itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Apa yang ada padaku dan sahabat-sahabatku.”   Kemudian Ibnu Abbas mengistilahkan dengan ahlus sunnah wal jama’ah. Karena as-sunnah sudah jelas dan disampaikan oleh para sahabat serta dipraktekkannya. Ibnu Mas’ud berkata:   ”Mereka para sahabat itu orang yang paling bersih hatinya  di antara umat Islam, yang paling dalam ilmunya dan paling Sedikit memaksakan kehendaknya.   Ibnu Mas’ud
Kisah Abdurrahman bin Auf

Kisah Abdurrahman bin Auf

Tsaqafah, Wawasan
Imam Adz-Dzahabi mengatakan di dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala’: Sungguh Abdurrahman bin ’Auf telah mengambil manfaat dari apa yang dia dengar (hadits Nabi ) sampai dia menshadaqahkan hartanya dalam jumlah yang sangat banyak dan ~atas nikmat Allah dia telah membebaskan kedua kakinya dan menjadikan dirinya di~ antara dedaunan Surga Firdaus. Abdurrahman bin ’Auf menemui Ummu Salamah lalu berkata: ”Wahai Ummul Mukminin aku takut diriku menjadi binasa, karena aku termasuk orang Quraisy yang paling banyak hartanya, aku menjual tanahku seharga 4.000 dinar.   Maka Ummu Salamah berkata: ”Wahai anakku, shadaqahkanlah hartamu itu, karena aku mendengar Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya diantam sahabatku ada yang tidak melihatku setelah sepeninggalku nantidi surga Surga.”      
Makna Mengikuti Rasul

Makna Mengikuti Rasul

Aqidah, Aqidah Islam
Agama Islam telah sempurna, tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi. Rasulullah diutus oleh Allah untuk mengajarkan ummat Islam tentang bagaimana cara yang benar dalam beribadah kepada Allah dan beliau telah menyampaikan semuanya.   Oleh karena itu, ummat Islam wajib ittiba’ (mengikuti) kepada Rasulullah agar mereka mendapatkan kecintaan dari Allah, kejayaan dan pada akhirnya dimasukkan ke dalam Surga-Nya.   Imam Muhammad bin Ali bin Hasan Wakid berkata: ”jika ada suatu perbuatan yang baik sudah pasti Allah : mengetahui hal itu dan memerintahkan Rasul-Nya untuk mengerjakan dan menerangkan perbuatan baik itu kepada ummat semasa hidupnya.”   ”Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakan~ nya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang dit
Penyimpangan Tasawuf

Penyimpangan Tasawuf

Aqidah, Aqidah Islam
Berikut beberapa penyimpangan yang banyak dilakukan oleh kalangan sufi dan itu semua merupakan bentuk penyimpangan dari konsep tazkiyah. Penyimpangan yang paling besar dilakukan oleh keyakinan sufi yang wihdayul wujud yang berarti keberadaan mutlak bagi suatu dzat yang tinggal menjelma dalam beberapa wujud sesuai dengan keberagamaan sifatnya. Dzat itu dapat terlihat oleh mereka dalam wujud apa saja dan menjelma dalam segala bentuk. Keyakinan itu berasal dari India dan Persi. Keyakinan kalangan sufi bahwa Dzat Allah dapat menjelma dalam beberapa wujud, baik itu manusia, binatang. tumbuhan, atau lainnya. Ritual penggemblengan jiwa dengan amalan bempa khalwat, melepaskan diri, tidal: tidur, tidak bicara, memusatkan pikiran sambil bersemedi hingga menyatu dengan Pencipta alam, konsep i...
Musyrik Itu Berjiwa Kotor

Musyrik Itu Berjiwa Kotor

Aqidah, Aqidah Islam
  Oleh : Farid Ahmad Okbah Orang yang rusak akidahnya seperti umumnya para pelaku kemusyrikan, Allah menyebut bahwa mereka berjiwa kotor. ”...sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis....” (QS. At-Taubah: 28) Hal itu terjadi karena mereka banyak menzhalimi dirinya dengan tidak mengindahkan ajakan Sang Pencipta. ”...sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”. (QS. Luqman: 13) Akibatnya, mereka berjalan di atas kesesatan. ”Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat kesesatan yang jauh.” (QS. An-Nisaa’: 1 16)
Bukan Harta Yang Membuat Bahagia

Bukan Harta Yang Membuat Bahagia

Oase Rohani, Tazkiyah
Banyak orang dalam mencari rezeki (dunia) tidak mengindahkan batasan halal dan haram. Mereka mengira bahwa kebahagian terletak pada banyaknya materi. Mereka beranggapan apabila seseorang mempunyai rumah mewah, mobil mewah, perusahaan mentereng, dan simpanan uang di bank yang melimpah, serta kekayaan lainnya, maka Orang tersebut bisa disebut bahagia. Allah berfirman: ”Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: ”T uhanku télah memuliakanku” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: ’Tuhanku menghinakanku’.” (QS. AI-Fajr: 15-16)   Tapi sangat disayangkan, pada kenyataannya, orang seperti ini justru kehidupannya menderita, sehingga tak jarang terkena stress dari berbagai m