Akhlak

Akhlak Ibarat Kurma

Akhlak Ibarat Kurma

Akhlak, Akhlak & Adab
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Seringkali seseorang kelihatan aqidahnya bagus, tapi akhlaknya kurang bagus. Terlihat kasar, kaku, bengis, tidak ada senyumnya, bahkan saat di jalan tidak mau memberi salam, dan tidak mau menjawab salam. Itu semua hanya karena yang memberikan salam bukan kelompoknya. Ini sama sekali tidak sesuai dengan syariat Islam. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam selalu mendorong kita supaya iman kita membuahkan akhlak yang mulia. Sebagaimana gambaran Al Quran, akhlak mulia itu diibaratkan buah dari pohon kurma. Menurut penelitian sains Amerika, kurma adalah satu-satunya buah yang mengandung seluruh unsur vitamin yang ada. Kurma akan memberikan kekuatan bagi siapa saja yang mengkonsumsinya. Makanya makanan pokok Rasulullah Shallallahu alaihi w...
Iman, Aman & Jujur

Iman, Aman & Jujur

Akhlak, Akhlak & Adab
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam dijuluki Al Amin, yaitu yang jujur dan amanah. Tahukah Anda? Kata iman, amin (dipercaya), amn (aman) dari suku kata yang sama yaitu amana. Maka dari itu, orang jika beriman, dia akan merasakan aman, dan dia dipercaya oleh orang banyak. Coba lihat, siapapun yang mengenal Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam baik itu muslim maupun kafir, semuanya menyebut beliau sebagai Al Amin. Ini lah akhlak Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam, dan ini pula modal dasar seorang mukmin. Allah Ta’ala berfirman, وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al Qalam: 4)    
Keutamaan Ibu 3 Kali Lipat

Keutamaan Ibu 3 Kali Lipat

Akhlak, Akhlak & Adab
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Abu Hurairah berkata, جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ “Seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam, lantas bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak mendapat perlakuan baikku?” Beliau menjawab, “Ibumu!” Ia kembali bertanya, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu!” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu!” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Bapakmu!” (HR. Bukhari, no. 5971)   Ibu diutamakan 3 kali lipat karena; Pertama, Ia Mengandung Kedua, Ia Melahirk
Menengok Kesetiaan Para Sahabat

Menengok Kesetiaan Para Sahabat

Akhlak, Akhlak & Adab
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Ketika masyarakat Arab menerima ajaran Rasulullah mereka tahu betul bahwa itu tidak hanya sebatas ucapan kosong atau kepercayaan tanpa pengorbanan dan resiko. Sehingga ketika mereka masuk Islam, mereka benar-benar berkorban dengan waktu, tenaga, harta, bahkan nyawa mereka sekalipun untuk membela agama Allah yang disampaikan Nabi Muhammad .   Perhatikan riwayat dibawah ini yang menggambarkan bagaimana kesadaran akan tanggung jawab dan resiko yang akan ditanggung mereka yang secara tulus memeluk Islam dari masyarakat Anshar yang datang kepada Rasulullah ke Makkah yang dikenal dengan peristiwa Bai’atul Aqabah. Kami berkata: wahai Rasulullah! Kami membaiatmu Beliau bersabda: ”Kalian membaiatku atas ketaatan, baik dalam kondisi seman
Orang Tuamu, Perhatikanlah!

Orang Tuamu, Perhatikanlah!

Akhlak, Akhlak & Adab
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Jangan pernah lupa, orang tuamu adalah jalanmu menuju surga. Terlalu banyak jasa orang tua kita kepada kita. Tetapi apa balasan kita untuk mereka? Terutama saat mereka sudah tua renta. Bahkan mungkin di antara kita akan ada yang diuji dengan orang tua yang pikun, hingga ia tak mengenal anaknya dan bertanya “kamu siapa?” Jika kita tidak sabar, jangan sampai hal itu membuat kita tidak masuk surga. Bersabarlah! Rawatlah ibumu! Umar bin Khattab pernah ditanya, “Apakah seorang anak yang mengurus orang tuanya yang tua renta, hingga memandikan, memberikan makan dan pakaian di tempat tidur. Apakah yang seperti ini sudah bisa membalas jasa orang tuanya?” Beliau menjawab, “Belum.” Mengapa? Umar berkata, “Karena kamu mengurus orang
Warisan Salaf : Ilmu Disertai Akhlak Mulia

Warisan Salaf : Ilmu Disertai Akhlak Mulia

Akhlak
Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه اللهYang harus kita warisi dari Salafush Shalih adalah ilmu yang disertai Akhlakul Karimah (mulia). Seringkali orang belajar ilmu, namun tidak didahului akhlak yang mulia, akibatnya ia sombong dengan ilmunya, ia congkak dengan kemampuan dirinya, ia merasa kebenaran hanya ada pada dirinya, sedangkan yang lain salah.Seakan-akan orang seperti itu ingin menguasai matahari seraya berkata, “Ini milikku!”, sedangkan orang lain tidak boleh mendapat matahari. Apakah itu mungkin? Itu mustahil. Mengapa ini perlu disebutkan? Karena banyak yang mengaku mengerti ilmu syar’i, namun tidak ditunjang dengan akhlak mulia, tidak ditunjang dengan tazkiyatun nufus, tidak ditunjang dengan adab yang seharusnya dikedepankan bagi orang yang berilmu. Inilah jiwa yang perlu kita
Inilah Akhlak Penganut Manhaj Salaf!

Inilah Akhlak Penganut Manhaj Salaf!

Akhlak
Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه اللهBeranggapan paling hebat, paling sempurna, merendahkan orang lain, melecehkan orang lain, meganggap kecil orang lain, itu semua bukan perilaku Salaf.Imam Al-Ajurri menulis sebuah kitab berjudul Akhlaq Al-Ulama, beliau menyebutkan 3 sifat orang alim;  Pertama, Jika dia bertemu dengan orang yang lebih alim, ia akan banyak diam dan mendengarkan. Artinya ia banyak menimba ilmu darinya.Kedua, Jika dia bertemu dengan orang yang ilmunya sama, ia akan berdialog dan berdiskusi. Dan dia tidak bersikap menggurui.Ketiga, Jika dia bertemu dengan orang yang ilmunya lebih rendah, ia akan berikan dan ajarkan ilmunya.Inilah salaf, ia tidak pernah meremehkan. Dan inilah yang harus dimiliki oleh orang yang mengikuti manhaj Salaf.Jangan mudah kita meremehkan oran
Wahai Penguasa Muslim! Tunaikan Amanah di Pundakmu

Wahai Penguasa Muslim! Tunaikan Amanah di Pundakmu

Akhlak
Oleh: Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله Berbicara masalah amanah, sesungguhnya Allah Ta’ala telah membebankan amanah kepada seluruh manusia, yakni amanah untuk menjalankan Syariat Allah Allah Ta’ala berfirman, إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”  (QS. Al-Ahzab: 72) Apabila manusia tidak menjalankan amanat itu maka ia baik menjadi zalim maupun menjadi bodoh. Amanat di sini adalah
Sikap Bijak Menghadapi Amal Yang Tidak Sesuai Sunnah

Sikap Bijak Menghadapi Amal Yang Tidak Sesuai Sunnah

Akhlak
Oleh: Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله Orang yang berbuat bid’ah itu ada 3 komponen; 1.       Tokoh bid’ah. Jangan dekat-dekat dengan tokohnya. Karena mereka memiliki tujuan lain. 2.       Orang-orang yang berpendidikan, namun mereka menganggap ini baik. Mereka masih bisa diperbaiki dan diajak diskusi. 3.       Masyarakat awam. Mereka tidak bisa disalahkan, karena mereka ikut-ikutan tergantung siapa yang ajak. Jangan dimusuhi, rangkul mereka, ajak, beri hadiah. Itu semua harus disikapi dengan ilmu. Maka berbekallah ilmu yang cukup, mempelajari Al Quran dan Sunnah secara benar, dan mengetahui di mana letak bid’ah, mengapa terjadi bid’ah, dan bagaimana mendudukkan bid’ah itu. Saat menghadapi masyarakat, jangan sebut kata bid’ah. Ucapkanlah; itu tidak sesuai dengan sunnah. Sebab ora