Aqidah Islam

Komentar Terhadap Buku 57 Khutbah Jumat

Komentar Terhadap Buku 57 Khutbah Jumat

Aqidah, Aqidah Islam
    Farid Ahmad Okbah   Aslm. komentar saya;   "Bahwa buku “57 Khutbah Jumat” itu tidak tidak ilmiyah karena pengarang tidak jelas dan tidak ada referensinya. Apalagi buku ini berisi racun-racun Syiah.   Ini menunjukkan bahwa Syiah telah masuk istana. Terbukti diberi pengantar oleh Yudi Latif, Ph.D (kepala unit kerja presiden). Karena itu saya minta buku ditolak oleh ummat Islam karena ada ajaran syiah yang menyesatkan.   Bahwa Syiah dengan istilah Ahlu Bait Nabi adalah jalan menuju Allah. Padahal Allah menyebutkan jalan menuju Allah adalah Al Qur'an (QS.Yunus: 32 dan Thoha: 123). Oleh karena itu saya minta agar buku itu ditarik dari peredaran." Wallahu a'lam
Waspadai 5 Golongan

Waspadai 5 Golongan

Aqidah, Aqidah Islam
    Oleh : Farid Ahmad Okbah   Ada 5 kelompok yang wajib diwaspadai kaum muslimin; Pertama, Orang Kafir Orang kafir terbagi menjadi 5; Harbi : Orang kafir yang memerangi orang Islam Dzimmi : Orang kafir yang lemah yang berada di bawah kendali pemerintahan. Mu’ahid : Orang kafir yang mengadakan perjanjian bersama kaum muslimin. Musta’min : Orang kafir yang meminta jaminan keselamatan kepada kaum muslimin.   Kedua, Musyrikin. Mereka adalah orang yang menyembah Allah dan menyambah pula selain Allah, atau orang yang sama sekali tidak menyembah Allah seperti Atheis.   Ketiga, Munafiqin Mereka adalah orang yang mengaku Islam, tapi merusak dari dalam. Seperti golongan Islam Liberal, Islam Nusantara dan semacamnya.  
Aqidah Dalam Kandungan Al Quran

Aqidah Dalam Kandungan Al Quran

Aqidah, Aqidah Islam
  Oleh : Farid Ahmad Okbah     Seluruh isi Al-Qur’an mengandung ajaran akidah yang lengkap yang terdiri dari empat bagian.   Pemberitahuan tentang Allah, nama dan sifat-Nya, bagian ini disebut dengan tauhid Asma’ was Shifat dan tauhid Rububiyah.   Ajakan agar penghambaan (ibadah) hanya kepada Allah semata, bagian ini disebut dengan tauhid Uluhiyyah.   Penjelasan tentang perintah dan larangan yang harus ditaati sebagai konsekuensi logis penerimaan tauhid, bagian ini disebut dengan hak-hak tauhid.     Keterangan positif tentang hasil yang akan diperoleh pelaku tauhid di dunia maupun di akhirat dan akibat buruk bagi yang menolak atau ragu-ragu terhadap tauhid di dunia, sebagai kesengsaraan dan di akhirat te
Dua Ketentuan Allah

Dua Ketentuan Allah

Aqidah, Aqidah Islam
    Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله   Allah menciptakan manusia dengan dua ketentuan; ketentuan bersifat mutlak sebagai kehendak Allah yang disebut iradah kauniyyah, dan ketentuan yang menghendaki menusia berjalan menuju kebenaran, atau disebut iradah syar’iyyah.   Dalam ketentuan pertama yaitu iradah kauniyyah, manusia tidak dimintai pertanggungjawaban atas kehendak Allah yang terjadi padanya; mengapa ia menjadi seorang pria atau wanita, mengapa muka kita seperti ini, mengapa berbadan tinggi, dan yang semacamnya.   Ketentuan kedua, iradah syar’iyyah menghendaki manusia berjalan menuju kebenaran. Untuk tujuan tersebut, Allah memberikan sejumlah perangkat. Diutusnya para Rasul yang ditutup dengan Nabi kita, Muhammad  adalah salah s
Lima Benteng Seorang Mukmin

Lima Benteng Seorang Mukmin

Aqidah, Aqidah Islam
  KH Farid Okbah حفظه الله menyampaikan faedah-faedah yang beliau sadur dari Imam As-Safarini dalam kitab Ghidza’ Al-Albab, sebagai berikut; Diibaratkan benteng itu ada 5 jenis; Pertama, Benteng dari tanah Kedua, Benteng dari batu Ketiga, Benteng dari besi Keempat, Benteng dari perak Kelima, Benteng dari emas. Benteng tanah cukup kuat, namun benteng batu lebih kuat, apalagi dari besi. Sedangkan dari perak, benteng kuat dan menawan. Adapun dari emas, benteng paling berharga. Jika musuh telah masuk ke benteng tanah, dia akan menyerang benteng batu. Jika sudah masuk benteng batu, dia akan menyerang benteng besi… dan seterusnya… Adapun 5 benteng itu adalah; Pertama, Adab Kedua, Amalan-amalan sunnah Ketiga, Amalan-amalan wajib Keempat, Keikhlasan
Antara Dua Jalan

Antara Dua Jalan

Aqidah, Aqidah Islam
  Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله   Penyimpangan itu memiliki dua sebab; Pertama, Suu-ul Fahm (pemahaman yang buruk), seperti Nasrani. Kedua, Suu-ul Qashd (niat yang buruk), seperti Yahudi.   Kemudian ada dua jalan dalam memahami syariat; Pertama, Sabilul Mu’minin (Jalannya orang-orang yang beriman) Allah Ta’ala berfirman, وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan J
Mengucapkan Selamat Natal Masih Khilafiah? Ini Jawaban Syaikhuna Farid Okbah

Mengucapkan Selamat Natal Masih Khilafiah? Ini Jawaban Syaikhuna Farid Okbah

Aqidah, Aqidah Islam
Mustafti : Muizz Abu Turob حفظه الله   Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan adanya perayaan natal oleh kaum Kristiani. Banyak kaum muslimin yang menolak untuk mengucapkan selamat natal. Namun tidak sedikit pula yang ringan mengucapkan, baik secara lisan maupun tulisan di medsos dan lainnya. Sebagian dari saudara kita ada yang mengatakan bahwa ini masih ranah khilafiah. Andaikan ini masih khilaf, apakah ini sudah ada sejak zaman Salaf, atau hanya dekade akhir-akhir ini saja? Di sini kami berkesempatan untuk meminta fatwa dari Syaikhuna Farid Okbah. Semoga dapat difahami adanya. Mustafti : “Wahai Syaikh, sebagian orang mengatakan bahwa mengucapkan selamat natal masih diperselisihkan ulama. Bagaimana menurut Anda?” Berikanlah kami fatwa, semoga Anda mendapat pahala.
Dukun Berpenampilan Kyai! Cerita Dari Ust Farid

Dukun Berpenampilan Kyai! Cerita Dari Ust Farid

Aqidah, Aqidah Islam
Jangan sampai tertipu dengan penampilan! Kemarin saat pertemuan Ulama di Padang ada sebuah laporan; di sana ada seorang Kyai, banyak orang menyebutnya Kyai atau orang pinter. Dia orang pinter namun penampilannya seperti orang soleh. Orang-orang sekitarnya mengatakan bahwa dia jika shalat jumat, shalat jumatnya di Makkah, padahal dia hanya di rumah. Begitulah karena dia dianggap saking solehnya. Tatkala ia hendak meninggal, ia berwasiat kepada keluarganya; kamar saya jangan dibuka! Setelah sekian lama orang itu meninggal, keluarganya pun bertanya-tanya kenapa tidak boleh dibuka? Akhirnya terpasak harus didobrak, ternyata ditemukan di kamar mandinya itu Al-Quran dijadikan bahan injakan saat buang air. Teryata dia itu dukun! Dia dukun tapi penampilannya seperti orang soleh, bah...
Fitnah dan Bencana Akhir Zaman

Fitnah dan Bencana Akhir Zaman

Aqidah, Aqidah Islam
Oleh: Farid Ahmad Okbah. MA Jika kita berbicara tentang fitnah, sama halnya kita membicarakan ujian, Allah berfirman di dalam Al-Qur’an;   ﴿أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ  وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ﴾ “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut: 2-3) Imam al-Alusi mengatakan bahwa fitnah ada dua bagian, Pertama, Berkaitan dengan ujian. Setiap orang akan mengalami uj