Kisah Kontemporer

Isteri Jago Karate

Isteri Jago Karate

Kisah, Kisah Kontemporer
Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله Suatu ketika ada pasangan suami isteri datang ke rumah saya, kira-kira saat itu bertepatan dengan malam ahad. Salah seorang darinya menyampaikan, “Pak Ustadz, kami datang ke sini, yang sebenarnya hari senin kami sepakat datang ke pengadilan untuk bercerai.” Saya menimpali, “Untuk apa datang kepada saya jika Anda berdua sudah memutuskan untuk bercerai?” Mereka menjawab, “Barangkali kami bisa mendapatkan pencerahan yang bermanfaat.” Saya katakan, “Sekarang coba sampaikan kepada saya dengan jujur, silahkan isteri berbicara dan suami mendengarkan, mengapa Anda meminta cerai? Apa sebabnya?” Si isteri pun mulai bercerita begini dan begitu. “Baik, sekarang isteri diam dan suami silahkan bicara!” lanjut saya. “Apa yang membuat kamu ingin cerai
Kisah Muallaf Yang Buta

Kisah Muallaf Yang Buta

Kisah, Kisah Kontemporer
Oleh: KH. Farid Ahad Okbah. MA Kita semua memiliki pengalaman yang buruk, yang maksiat, yang menzalimi orang, mungkin kita memiliki macam pengalaman lainnya. Sebab kita bukanlah Nabi, sehingga sudah menjadi keniscayaan kita berbuat salah. Namun, selama kita kembali kepada Allah dan bertaubat, maka kita tidak perlu takut lagi. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, إِنَّ الإِسْلاَمَ يَجُبُّ مَا كَانَ قَبْلَهُ “Sesungguhnya Islam menghapus dosa-dosa sebelumnya (saat masih kafir).”  (HR. Ahmad, no. 17846. Dihasankan oleh Syaikh Syuaib al-Arnauth) Suatu ketika ada orang Cina menelpon saya saat saya siaran di radio Dakta, ia menyampaikan, “Pak Ustadz, saya orang Cina, tadinya saya bejat; judi, minum, main perempuan, semuanya. Lalu saya masuk Islam supaya benar. Setelah masuk Is
Kisah Suami Tidak Jadi Poligami

Kisah Suami Tidak Jadi Poligami

Kisah, Kisah Kontemporer
Oleh: Farid Ahmad Okbah. MA Teman saya pernah poligami dan menikah dengan isteri kedua, oleh mertuanya dikontrakkan sebuah rumah. Sebelum menyentuh isteri yang kedua, ia sempatkan diri untuk pulang ke rumah isteri pertama, seraya ia sampaikan, “Isteriku, Alhamdulillah Abi sudah menikah lagi, tolong siapkan pakaian-pakaian, Abi mau ke isteri kedua!” Apabila itu terjadi pada ibu-ibu sekalian, apa yang terjadi? Petir di siang bolong. Saya kira jika para ibu diuji dengan seperti ini, belum tentu berhasil. Seakan sang suami kurang menjaga perasaan isteri pertama, namun bagaimana sikap si isteri? Dengan tenang si isteri menjawab, “Alhamdulillah, jika niat Abi benar semoga Allah mudahkan. Jika niat tidak benar, luruskan niat, jangan sampai berbuat zalim, karena tanggung jawab Abi bertambah