Wawasan

Selamat Datang, Wahai Ramadhan!

Selamat Datang, Wahai Ramadhan!

Tsaqafah, Wawasan
    Hidupkanlah Sunnah Memberi Kabar Gembira dan Ucapan Selamat Dengan Kedatangan Ramadhan Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam biasa memberikan kabar gembira akan hadirnya bulan Ramadhan kepada para sahabat. Beliau bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan berkah. Allah telah wajibkan berpuasa padanya, pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, setan-setan dibelenggu. Padanya ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan, siapa diharamkan (terhalang) kebaikannya, maka ia telah diharamkan.” (Dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 1/490) Al Hafidz Ibnu Rajab Rahimahullah berkata, “Sebagian Ulama berpendapat, “Hadits ini adalah dalil sebagian kaum muslimin saling memberikan
Bolehkah Mengamalkan Hadits Dhoif?

Bolehkah Mengamalkan Hadits Dhoif?

Tsaqafah, Wawasan
    Oleh : Farid Ahmad Okbah   Sebagian Ulama berpendapat hadits dhoif tidak boleh diamalkan, karena bukan berasal dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam. Adapun sebagian yang lain mengatakan boleh dengan 4 syarat; Pertama, Tidak boleh hadits tersebut diyakini dari Rasulullah Kedua, Tidak termasuk kategori dhoif jiddan Ketiga, Hadits tersebut memiliki asal hadits yang shahih Keempat, Hanya masalah Fadhilah amal, bukan masalah aqidah. Banyak hadits dhoif yang tidak memenuhi 4 krateria di atas sekaligus.
Dai Berjiwa Lemah

Dai Berjiwa Lemah

Tsaqafah, Wawasan
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Dahulu kaum kuffar Quraisy berusaha menekan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam namun merekka merasa kesulitan. Maka datanglah utusan mereka kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam, seraya berkata, “Wahai Muhammad, jika engkau ingin menjadi penguasa, kami akan menjadikan kamu sebagai raja. Jika kamu ingin harta, kami akan kumpulkan harta untuk kamu, supaya kamu menjadi orang paling kaya di antara kami. Jika kamu ingin perempuan, kami akan berikan perempuan tercantik untukmu. Yang penting kamu menghentikan dakwahmu yang suka menyinggung tuhan-tuhan kami!” Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam menolak itu semua. Jika seorng dai itu memiliki jiwa yang lemah, seperti sekarang ini. Jika sudah memiliki pengikut, ia gunakan untuk
Puasa Mutih?

Puasa Mutih?

Tsaqafah, Wawasan
  Oleh : Farid Ahmad Okbah   Puasa mutih itu tidak ada syariatnya dalam Islam. Puasa yang berbuka hanya dengan air putih, nasi putih, dan sebagainya itu tidak ada dasarnya dalam Islam. Bahkan kita disunnahkan untuk berbuka dengan kurma, yang itu warnanya hitam. Puasa mutih itu bukan dari Islam, apalagi diniatkan untuk meningkatkan karir suami. Ada juga ibu-ibu yang puasa supaya suami tidak nikah lagi, supaya anaknya masuk UI, dan niat-niat lainnya. Itu semua juga puasa yang tidak betul. Puasa itu harus niat karena Allah, dan sesuai syariat Allah. Adapun jika kita puasa, lalu saat puasa itu kita berdoa semoga karir suami meningkat, inilah yang benar.
Bahagia Punya Isteri

Bahagia Punya Isteri

Tsaqafah, Wawasan
    Syaikhuna Farid Okbah bertanya kepada para mahasiswa ; "Apa yang kalian inginkan dalam hidup?"   Lalu mahasiswa asal Lampung menjawab ; "Ingin bahagia, Ustadz..."   Syaikhuna menimpali ; "Gimana bahagia, isteri aja nggak punya."   Hehehe   Copas FB Muizz Abu Turob
Ilmu & Kebodohan

Ilmu & Kebodohan

Tsaqafah, Wawasan
    Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله     Yahya bin Ammar berkata:  ”Ilmu itu terdiri dari 5 macam;   Ruhnya agama, yaitu ilmu tauhid. Penguat agama, yaitu nasehat dan dzikir. Obatnya agama, yaitu ilmu fiqih. Penyakitnya agama, yaitu berita-berita yang tidak terdapat diantara para salaf. Perusak agama, yaitu ilmu kalam (filsafat).   Kebodohan yang merusak Umat: Terjadi kebodohan Terjadi pembodohan secara sistematik Terjadi masa bodoh Terjadi bodoh sok pinter  
CIRI-CIRI ORANG YANG HEBAT

CIRI-CIRI ORANG YANG HEBAT

Tsaqafah, Wawasan
  Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله Orang yang siap untuk berubah, “Ketika Anda diam maka anda akan tergilas.“ Mau berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain, “zakatnya ilmu yaitu dengan mengajarkannya.“ Selalu belajar, “Urusan ilmu lihatlah kepada orang yang diatasmu, urusan dunia lihatlah kepada orang yang di bawahmu.“ Suka memberi baik berbentuk tenaga, uang, nasehat, dll, Suka membaca, Pribadi yang suka terfikir atau selalu berfikir, Pribadi yang senang melihat kawannya maju dan sukses, Menetapkan target dan tujuan, Berbagi kebahagiaan Pribadi yang bertanggung jawab, Suka memaafkan Suka memuji karya orang lain.
Seimbang Antara Ilmu Duniawi dan Ukhrawi

Seimbang Antara Ilmu Duniawi dan Ukhrawi

Tsaqafah, Wawasan
    Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله   Ibnul Qayyim dalam kitabnya Miftahud Daaris Sa’aadah juga menyebutkan argumenatasi keutamaan ilmu agama (ukhrawi) melebihi ilmu dunia dalam 300 point. Berbeda dengan mereka yang hanya mencekoki akal mereka dengan pengetahuan umum tanpa dilandasi Oleh pengetahuan agama, akan terjadi ketidakseimbangan bahkan akan melahirkan kegersangan dan tak jarang bisa mencelakakan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang persenjataan terjadilah perebutan pengaruh dan kekuasaan. Keadaan seperti ini akan mengancam terjadi perang bintang, perang antar negara dan benua.   Lebih-lebih sudah banyak terbukti bencana yang dialarni umat manusia akibat majunya teknologi persenjataan itu. Heroshima dan Nagasaki hancur, A
Mengenal Akal

Mengenal Akal

Tsaqafah, Wawasan
    Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله   Kalau jasmani bisa terpuaskan dengan makan, minum, tidur, rekreasi, hubungan lawan jenis, olahraga, suplemen, gizi, istirahat, dan lain-lain, maka akal tidak mungkin dipuaskan kecuali dengan ilmu pengetahuan. Sedang ilmu pengetahuan itu sangat luas.   Ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi dua pengertian. Pengetahuan duniawi dan pengetahuan ukhrawi. Pengetahuan duniawi berkembang luar biasa baik humaniora, flora, dan fauna serta yang berkaitan dengan alam jagad raya lainnya. Apakah itu geologi atau astronomi. Tidak mungkin seorang manusia bisa menguasai semuanya, tetapi masing-masing akan mengambil sesuai dengan bakat dan kecenderungannya. Itu pun ada yang bersifat primer, sekunder, dan tersier.