Tolok Ukur Benar itu Apa? Kata Syaikhuna Farid

 

Syaikhuna Farid Okbah حفظه الله pernah menceritakan kepada kami; bahwa pernah sempat ada yang seorang Ustadz kelompok eksklusif berkunjung ke rumah beliau.

Ustadz ini adalah seorang alumni Universitas Madinah. Ia sering mendengar dari para asatidz eksklusif lain, bahwa Syaikhuna adalah sosok yang begini dan begitu.

Ia pun ingin tabayyun dan datang langsung ke Bekasi untuk mencari kejelasan. Sesampainya di kediaman Syaikhuna, ia menceritakan segala hal yang ia dengar.

Banyak oknum-oknum yang menyudutkan Syaikhuna, tapi itu justru membuat Syaikhuna semakin dikenal para penuntut ilmu dan kaum muslimin seantero Indonesia.

Syaikhuna mendengarkan pemaparan si Ustadz dengan tenang.

Setelah selesai berbicara, Syaikhuna bertanya;

“Ukuran benar dan salah itu apa?” “Kamu tahu Fulan itu salah atau benar itu caranya bagaimana?”

Si Ustadz hanya terdiam mendengar pertanyaan itu.

Syaikhuna melanjutkan sembari menjelaskan, “Ukuran benar atau salah, ada dalam surat Al-Hujurat: 15, yaitu firman Allah;

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian tidak ragu. Dan berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang jujur.”

Orang beriman yang jujur itu yang mau berjihad di jalan Allah.”

Si Ustadz mendengar penjelasan itu hanya terdiam.

Karena merasa tegang, Syaikhuna pun mengajak becanda; “Antum ngaku Ahlus Sunnah, emang berapa isteri Antum?”

Tentu si Ustadz hanya menjawab satu.

“Antum ngaku Ahlus Sunnah (bermanhaj sahabat), isteri aja cuman satu. 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga itu semuanya poligami, kecuali Abu Ubaidah bin Jarrah.”

Si Ustadz hanya bisa nyengir mendengar penjalasan beliau.

Kurang lebih itulah ringkasan diskusi yang Syaikhuna ceritakan kepada kami.

Orang-orang yang berpikir tentu mampu mengambil pelajaran darinya.

 

Copas FB Muizz Abu Turob