Tawadhu’ Masya Allah…

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

وما تواضع أحدٌ لله إلا رفعه الله

“Tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim, no. 2588)

Dalam acara Multaqo Ulama se-ASEAN, Afrika, dan Eropa. Saya lihat para Masyayikh dan Asatidz Kibar duduk di depan…

Saya lihat-lihat Syaikhuna Farid selalu di belakang….
Padahal Ustadz2 banyak ingin di depan…

Suatu ketika kami pernah mengikuti daurah, Syaikhuna Farid seperti biasa di belakang, lalu Syaikh Ammari selaku pemateri bilang,
“Syaikh Farid kenapa di belakang? Ayo maju duduk di samping saya!”

Saat itu Syaikhuna Farid enggan, hingga “dipaksa” untuk maju.

Syaikh Ammari berkata,

الشيخ فريد متواضع، هذا مما عرفنا عنه

“Syaikh Farid adalah sosok tawadhu’, inilah yang kami kenal dari beliau.”

Kamilah yang termasuk mula-mula mempopulerkan Syaikhuna Farid dengan nama KH. Farid Ahmad Okbah. MA
Setelah berjalan berapa lama, beliau melarang kami untuk menulis 2 gelar tersebut. Cukup tulis Farid Ahmad Okbah

Kamipun sampaikan kepada beliau, meskipun sudah tidak dicantumkan, namun di mana-mana gelar tersebut justeru dipakai.
Syaikhuna menanggapi,
“Biar aja orang lain yang sebut, bukan kita! Fa Laa Tuzakkuu Anfusakum (Jangan anggap suci diri kalian)”

Masya Allah…
Itulah yang kami saksikan dari beliau…
Pantaslah jika Allah tinggikan derajat beliau baik di kalangan Ulama maupun awam…

 

Ditulis oleh salah seorang muridnya