Pengalaman Dakwah Pedalaman

 

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Perjalanan ke Irian itu butuh 6 jam bahkan lebih dari itu. Apalagi jika harus mampir dulu ke Surabaya, lalu Makassar, lalu Jayapura, baru ke Marauke, mungkin perjalanan bisa seharian di perjalanan. Itu pakai pesawat, apalagi pakai kapal laut, itu bisa berhari-hari.

Saya masuk ke pedalaman-pedalaman sampai di Marauke, lalu lebih dalam lagi ke sungai Mapi.

Ternyata kaum muslimin itu ada di mana-mana.

Saya juga sudah masuk ke Keimana, Fak-Fak, sampai pedalaman Jaya Wijaya. Di daerah Jaya Wijaya itu ada satu kampung namanya Walesi, penduduknya masuk Islam semuanya. Pimpinan kaumnya memiliki isteri 8 dalam satu rumah. Menurut syariat tidak benar, namun kita tidak bisa serta-merta memaksakan itu haram. Perlu waktu untuk menyadarkannya. Rata-rata penduduknya memelihara babi, babinya gede-gede banget, daerahnya dingin. Ada yang makan babi, ada juga yang tidak makan, hanya dipelihara lalu dijual. Padahal mereka semua adalah orang-orang Islam.

Mereka biasa tinggal bersama babi di rumah. Karena saking cintanya sama babi, sampai babi pun mereka gendong-gendong. Menyikap babi nggak begitu jauh seperti menyikapi anaknya.

Untuk mengubah mereka, kita tidak bisa hanya modal ngomong. Kita harus datang ke sana bawa kambing, lalu kita ambil babinya dan kita ganti dengan kambing.