Siapa Yang Bayar? Ternyata Syaikhuna Farid

 

 

Hari ini saya bertemu dengan seorang aktifis. Beliau menceritakan bahwa dahulu ia suka bergaul dengan kelompok eksklusif. Kawan-kawannya melarangnya untuk belajar dari Syaikhuna Farid Okbah حفظه الله, dengan alasan berbeda manhaj dan alasan tidak bermutu lainnya.

Beliau pun tertarik untuk menelusuri siapa sebenarnya Ustadz Farid Okbah. Ada apa dengan beliau? Mengapa sampai dilarang untuk belajar dari beliau? Demikian pertanyaan yang terus menggelayuti pikirannya.

Ia pun mencoba untuk mengetahui Ustadz Farid dari dekat. Biasanya Syaikhuna Farid beri’tikaf di Islamic Center Al Islam pada 10 hari terakhir Ramadhan. Ia pun datang ke Al Islam untuk mengikuti kegiatan I’tikaf di sana.

Ia menceritakan dahulu peserta I’tikaf begitu banyak, hingga Al Islam membludak penuh dengan ikhwan. Syaikhuna Farid adalah sosok yang tidak pernah pandang bulu, siapapun bisa dekat dan bergaul dengan beliau.

Karena aktifis ini tidak tahan dengan kondisi dingin saat itu, ia pun terserang batuk dan harus periksa ke dokter. Terpaksa ia ijin kepada panitia untuk berobat sejenak.

Saat itu Syaikhuna Farid sedang berbincang-bincang dengan ikhwan, sekaligus mendapatkan laporan bahwa salah seorang peserta I’tikaf ada yang ke dokter.

Aktifis ini diantar dan ditemani oleh ikhwan saat periksa. Saat ingin membayar, ikhwan itu memberitahu tidak perlu bayar, sudah ada yang bayar.

“Siapa yang bayarin? Ini saya punya uang!” Kata si aktifis.

Si ikhwan tidak mau memberi tahu. Karena ia mendapatkan amanah supaya tidak memberi tahu.

Aktifis ini terus bertanya dan mendesak ke ikhwan, hingga akhirnya ia memberitahu bahwa yang bayar adalah Syaikhuna Farid Okbah.

Subhanallah… aktifis ini terdecak kagum dengan akhlak Ustadz Farid.

“Saya orang baru! Baru pertama ke Al Islam, beliau juga tak mengenal saya, tapi Ustadz Farid sudah berbuat baik kepada saya!”

“Bagaimana mungkin kita dilarang menuntut ilmu dari beliau?” Batinnya.

Sekarang aktifis ini pun menjadi orang dekat Ustadz Farid. Bahkan salah satu orang kepercayaan Syaikhuna.

Semoga Allah menjaga beliau berdua. Aamiin.

 

Copas dari FB Muizz Abu Turob حفظه الله