Syaikhuna Farid Okbah حفظه الله Saat di Yaman

 

 

Ada sesuatu yang ingin saya tuliskan;

Alhamdulillah kemarin Syaikhuna Farid حفظه الله berkesempatan untuk memberi materi kuliah di hadapan mahasiswa Al Islam, Bekasi.

Di tengah-tengah pemaparan, beliau menceritakan masa-masa beliau berkunjung ke Yaman.

Syaikhuna حفظه الله berkisah bahwa beliau sempat ke Darul Hadits di Dammaj, Sha’dah, Yaman. Yakni sebuah pesantren yang didirikan oleh Syaikh al Muhaddits Muqbil bin Hadi Al Wadi’i رحمه الله.

Darul Hadits ini, kata beliau; ditempuh kurang lebih 6 jam dari Shan’a, Ibukota Yaman.

Saat itu dari Shan’a beliau menyamar menjadi orang Yaman, berpenampilan baju, sorban, dan semuanya ala Yaman. Sebab kata beliau kala itu rawan penyamun, sehingga khawatir dirampok jika ketahuan sebagai orang ‘ajam.

Setibanya di Dammaj, beliau mendapati Syaikh Muqbil رحمه الله sebagai sosok yang sangat perhatian terhadap hadits, khususnya dalam masalah sanad. Syaikh sangat teliti jika berhadapan dengan sanad.

Jika ulama lain lebih panjang lebar menjelaskan matan hadits, Syaikh Muqbil رحمه الله memiliki perhatian berbeda. Satu per-satu rijal hadits dijelaskan secara luas. Saat tiba di matan, beliau jelaskan secara ringkas.

Sejauh yang kita baca dari biografi Syaikh Muqbil رحمه الله, beliau dikenal sebagai pakar hadits yang hafal nama-nama perawi, tempat dan tanggal lahirnya, tahun wafatnya, siapa guru dan muridnya, keutamaannya, hal-hal menakjubkan dalam hidupnya, semua lengkap. Subhanallah…

Syaikhuna حفظه الله menceritakan Syaikh Muqbil رحمه الله akan menyebutkan satu persatu perawi. Misalkan Sa’id bin Al Musayyib, Syaikh akan bertanya kepada para muridnya, “Siapa yang tahu perawi ini?”

Jika ada muridnya yang tahu, Syaikh akan menyuruhnya seraya berkata Qum! (Berdiri).

“Ini cara yang bagus. Syaikh ingin supaya murid-muridnya berani tampil menjelaskan. Cara ini belum saya temukan di majelis-majelis Ulama lainnya. Ini beda.” Lanjut Syaikhuna حفظه الله.

Demikianlah sekelumit kisah Syaikhuna حفظه الله, semoga Allah selalu menjaga dan memberkahi dakwah beliau kapanpun dan dimanapun. Aamiin

Allahumma Taqabbal

 

Copas FB Muizz Abu Turob