Jadikan Setiap Ucapan dan Amalmu Bermanfaat

 

 

Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Jika manusia hidup dikembalikan sepenuhnya kepada akal dan keinginannya, niscaya akan tampak berbagai model corak kehidupan. Ada yang bebas menilai, yang terpenting adalah kepuasan pribadi, seperti kelompok pengikut ekstensialis atau masyarakat nomaden. Ada pula yang kolot dan sangat terikat dengan sekat-sekat budaya dan adat istiadat. Tetapi hidup seperti itu tidak akan membawa jaminan kebahagiaan, karena jamjnan kebahagiaan datangnya dari yang Maha Mengerti tentang hakekat kehidupan yang haqiqi dan hendak kemana ummat manusia menuju. Hanya satu jalan, yaitu kita mengikuti jalan yang telah ditunjukkan oleh Sang Maha Kuasa melalui kitab suci-Nya atau melalui Kitab Suci-Nya atau melalui petunjuk utusan-Nya, yaitu Muhammad.

Allah berfirman

”dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang Iurus, maka ikutilah dia…” (QS. AI-An’am: 153)

Rasulullah juga menjelaskan diantara sekian petunjuknya yang biasanya disampaikan dengan ungkapan yang pendek tapi mempunyai arti yang sangat luas dan mendalam, yaitu hadits yang berbunyi:

”Diantara nilai kebaikan Islam seseorang (apabila) dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya”’

Hadits  tersebut dinilai Imam An-Nawawi Vela sebagai hadits yang kualitas sanadnya hasan. Dan kualitas sanad ini semakin menjadi kuat karena banyaknya syawahid atau penguat dengan adanya riwayat-riwayat yang mirip dengan hadits itu.

Menurut Ibnu Shalah dari Abu Muhammad bin Abu Zaid -seorang tokoh madzhab Maliki di masanyaberkata bahwa hadits di atas merupakan salah satu dari empat hadits yang menghimpun kandungan akhlak dan kebaikan yang sangat mendalam.

Adapun pengertian hadits itu menurut Ibnu Rajab adalah kualitas baik keislaman seseorang itu manakala meninggalkan ucapan atau perbuatan yang tidak berguna dan sebaliknya justru sangat memperhatikan ucapan maupun perbuatan yang berguna.