Meneropong Kondisi Umat

Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

Fenomena kemusyrikan terjadi dimana-mana. Diantara yang paling menonjol adalah praktek perdukunan. Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan aliran-aliran sesat yang memanfaatkan kebodohan umat.

Dalam ibadah ritual, ummat Islam masih jauh dari masjid, terutama shalat shubuh. Dari segi moralitas, sudah nyata-nyata bobrok. Sebagai ilustrasi, Jakarta yang penduduknya 8000 muslim, dengan jumlah masjid 2.400, mushalla 5.500, dan majlis taklim 6.750 (data statistik 1997), mencetak rekor tertinggi dalam peredaran narkoba skala nasional, sekitar 60%. Sedang sisanya, tersebar di wilayah-wilayah lainnya.

Budaya munafik, sikap ulama yang tidak berpihak kepada umat dalam bentuk pembodohan atas nama ketaatan, sikap para penguasa muslim dengan komitmen Islam yang lemah, sikap masa bodoh para pengusaha muslim dalam mengentaskan kemiskinan, dan tampilnya ulama-ulama kagetan yang jahil tapi sok pintar, serta berbagai macam penyakit umat yang sudah sangat kronis; pengobatannya membutuhkan waktu yang cukup lama dengan melibatkan semua elemen umat Islam yang terampil untuk bangkit menyelamatkan umat dari jurang kehancuran. Dari kezhaliman menuju keadilan Islam. Dari kebodohan menuju kesadaran Islam.