Penting! Komentar Ust Farid Terhadap Berbagai Pembubaran Tabligh Akbar


Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله
Dakwah sekarang semakin berat, terlebih sekarang ada pola-pola pembubaran majelis ta’lim dan tabligh akbar. Ada apa ini? Sifat orang beriman itu, antara satu dengan yang lain saling menguatkan, saling mengajak yang ma’ruf dan melarang yang munkar. 
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Orang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain, saling mengajak yang ma’ruf dan melarang yang munkar.” (At-Taubah: 71)
Pengajian itu kan mengajak yang ma’ruf, kok malah dicegah? Kalo orang beriman sebagaimana ayat di atas seharusnya menyokong. Kita yakin jelas ini orang-orang munafik. 
Saya sehari semalam di Bandung untuk rapat pimpinan ANNAS Pusat. Datang utusan dari berbagai daerah seperti Batam, Kalimatan, dan lainnya. Di antaranya ada saudara kita dari Bangil, “Ada apa kemarin, kok Felix Siauw sampai dibubarkan?” “Itu ada anak muda Liberal, meskipun anak Kyai tapi Liberal, itu yang panas-panasi!” Jawabnya.
Ini namanya infisible hand, menurut istilah intelijen, yaitu ada penyusup. Menyusup lalu atas nama Banser NU untuk membubarkan pengajian.
Adapun yang di Garut, saya bertemu dengan seorang disebut Kombat, dia dari himpunan para pengacara, mantan preman, pendekar silat, dan jawara lainnya. Orangnya botak, dia mau cium tangan saya, tapi saya tidak mau. Saya tanya, “Habis dari mana antum?” “Habis dari Garut Ust!” jawabnya. Tanya saya, “Gimana acara di Garut?” “Wah, seru!” jawabnya. 70 % yang hadir itu siap perang. Banyak anak-anak mantan preman, mantan jeger, yang telinganya lubang, yang tatoan, semuanya turun. Mereka berjumlah ribuan dan siap bertempur.
Tempur sama siapa? Itu tempur sama muslim. Itu rugi, jangan mudah terpancing. Namun Alhamdulillah dari kalangan Banser 1500 tidak berani mendekat. Kalau mereka mendekat, itu bisa jadi tempur. Hingga sedemikian panas di lapangan itu.
“Sudahlah, anggap saja saudara. Jangan sampai terpancing!” Nasihat saya. “Habis kesel Ust, orang pengajian kok dibubarin!” jawabnya. Nah, ini dia, kita harus melihat sesuatu yang panjang.