Praktek Nabi Dalam Membangun Kekuatan Islam

 

 

Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Secara ringkas kita melihat praktek Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam 39% dalam membangun kekuatan Islam terlihat dalam poin-poin berikut:

  1. Nabi ketika berada di Makkah beliau membuat kader yang difokuskan di rumah-rumah dan terutama di rumah Arqam bin Abi Arqam. Di antara kader yang matang kemudian mendapat tugas berdakwah seperti Mushab bin ’Umair yang dikirim ke Madinah.
  2. Nabi mencari tempat yang kondusif untuk mengembangkan dakwah dan kekuatan Islam. Beliau pergi ke Thaif tetapi tidak cocok. Kemudian beliau lebih memilih ke Madinah karena mendapat sambutan yang hangat disana. Kemudian beliau membangun masjid sebagai pusat kegiatan ummat Islam dan penempaan para kader.

 

Langkah berikutnya beliau mempererat hubungan sesama muslim dengan mempersaudarakan antara Muhajirin (dari Makkah) dan Anshar (dari Madinah). Beliau membuat piagam Madinah untuk membentengi ummat Islam dan memberikan hak-hak non muslim.

  1. Nabi mempersiapkan kekuatan untuk menghadang segala upaya ofensif kaum kuffar sampai 27 kali beliau berperang antara perang defensif dan ofensif (seperti perang Tabuk)

 

Di sini menjadi jelas bahwa kesatuan visi yaitu membangun akidah yang benar sampai kesatuan langkah yaitu kepada tegaknya kekuatan jihad merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh.