Karena Ini Rumah Tangga Mereka Rusak


Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA
Wahai suami-isteri, jangan pernah ceritakan rahasia rumah tangga Anda kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Itu sudah menjadi rahasia Anda berdua, orang lain tidak perlu tahu. Dan itu harus kita jaga sampai mati.
Manusia yang paling buruk kelak pada hari kiamat adalah suami atau isteri yang telah diberikan seluruh rahasia pasangannya, lalu ia buka rahasia itu. Ia ceritakan berbagai rahasia itu kepada orang lain, “Suami/isteriku begini begitu..” dan seterusnya.
Intinya; jaga rahasia, jika ingin rumah tangga kita tetap utuh!
Jika memiliki masalah kita harus mencari orang yang paling dipercaya untuk membantu memecahkan masalah kita, namun bukan berarti dengan membuka rahasia rumah tangga sedalam-dalamnya. Sebab rusaknya rumah tangga seringkali disebabkan rahasia rumah tangga yang dibuka, terlebih seseorang yang mudah untuk terpancing.
Ada oknum-uknum yang mudah merusak rumah tangga orang. Kita melihat justeru banyak rumah tangga rusak karena temannya. Seolah teman itu tidak suka jika rumah tangga orang berjalan dengan baik dan tenang. Biasanya yang merusak rumah tangga orang, rumah tangganya juga rusak, sehingga ia rusak rumah tangga lainnya.
Ia suka memancing dengan ucapannya, “Suamimu mengajak liburan kemana?” “Suamimu berbadan kekar atau tidak?” dan ucapan-ucapan merusak lainnya. Hati-hati jangan sampai terpancing!
Ini menjadi pelajaran penting bagi kita
Ta’liq:
Lebih khusus lagi untuk dijaga adalah rahasia ranjang, sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
« إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا »
Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah kelak pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang mencampuri isterinya kemudian menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim. No. 3615)
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
هل مِنْكُم الرجل إِذا أتى أهله فأغلق عليه بابه ، وألْقَى عليه سِتْرَه ، واسْتَتَرَ بسِتْر الله ؟ قالوا: نعم ، قال: ثم يجلس بعد ذلك ، فيقول : فعلْتُ كذا ، فعلتُ كذا ؟ قال : فَسَكَتوا ، ثم أقبلَ على النساء. فقال : هل مِنْكُنَّ من تُحَدِّثُ ؟ فسكَتْنَ ، فجثَتْ فَتاة كَعاب على إِحدى رُكْبَتَيْها ، وتطاوَلت لرسولِ الله -صلى الله عليه وسلم- ليراها ، ويَسمعَ كلامها ، فقالتْ : يا رسول الله ، إِنَّهم ليتحَدَّثون، وإِنَّهُنَّ ليتحَدَّثْنه ، فقال : هل تدرون ما مَثَلُ ذلك ؟ إِنَّما مَثَلُ ذلك ، مثَلُ شيطانة لقيَتْ شيطانا في السِّكّةِ ، فقضى منها حاجتَه ، والناسُ ينظرون إِليه
“Apakah di antara kalian ada lelaki yang jika mencampuri isterinya, ia tutup pintu, mencari penutup, dan bertutup dengan tutupan Allah? Mereka menjawab, ‘Iya!’ Kemudian beliau melanjutkan, ‘Setelah itu ia duduk dan bercerita, ‘Aku melakukan ini dan itu?’
Para shahabat pun terdiam. 
Setelah itu beliau menghadap ke kalangan perempuan, seraya bertanya, ‘Apakah di antara kalian juga ada yang bercerita?’
Para Shahabiyah pun juga terdiam.
Lalu seorang gadis berdiri bertumpu ke salah satu lututnya, kemudian muncul supaya dilihat dan didengar oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, mereka lelaki dan perempuan suka cerita!’
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bertanya, ‘Apakah kalian tahu permisalan hal itu?’ Permisalannya adalah seperti setan perempuan bertemu setan laki-laki di lorong, lalu mereka bercampur, sedangkan manusia sedang melihat mereka!” (HR. Abu Dawud, no. 2174. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 7037)