Pernak-Pernik “RT” Para Nabi


Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله
Jika kita memperhatikan kehidupan rumah tangga para Nabi dan bagaimana mereka bersama isteri-isterinya, maka;
Pertama, Ada Nabi yang bahagia bersama isterinya, seperti Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
Kedua, Ada Nabi yang tidak bahagia bersama isterinya, yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth ‘alaihimas salam.
Ketiga, Ada pula Nabi yang isterinya naik turun, yaitu Nabi Ayub. Di saat senang ia menyertai suami, namun ia mulai meninggalkan saat merasa susah bersama suami.
Wahai muslimah, jadilah isteri yang setia, karena isteri Nabi pun ada yang menjadi ujian bagi suaminya, ada pula yang isterinya setia, dan itu semua menjadi pelajaran bagi kita semua.
Adapun Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam menjadi contoh bagi seluruh umat manusia (bukan hanya kaum muslimin), beliau tidak hanya memiliki satu isteri, namun mampu membina dengan baik. Artinya itu menjadi sinyalemen bahwa tatkala beliau mampu mengendalikan banyak isteri-isterinya, beliaupun mampu mengendalikan umat yang banyak.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam dengan kesibukannya sebagai pemimpin umat, komandan perang, pendakwah, dan kesibukan lainnya, namun kendati demikian beliau tidak melalaikan isteri-isterinya. Maka terlihat dari perilaku seluruh isterinya, semua menunjukkan ridha dan bahagia dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.
Di antara contohnya terjadi pada Ummu Habibah. Ummu Habibah adalah anaknya Abu Sufyan, dia pernah mengatakan, “Wahai Rasulullah, saya berharap engkau mau menikahi adikku.” Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bertanya, “Mengapa engkau menghendaki hal itu?” Ummu Habibah menjawab, “Wahai Rasulullah, semua yang ada pada dirimu itu berkah, maka aku ingin keberkahan itu juga didapat keluargaku.” Namun Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam menjawab, “Dilarang untukku menggabungkan dua saudara.”
Hingga sedemikian jauh keinginan Ummu Habibah, hingga berharap adiknya dinikahi oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Oleh karenanya tidak heran jika kabilah-kabilah besar menginginkan di antara kaumnya ada yang diperisteri oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.
Meski Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam memiliki banyak isteri, namun beliau mampu menyikapi semua dengan penuh keadilan, kearifan, kasih sayang, dan perhatian. Dan beliau mampu menempatkan masing-masing sesuai dengan porsinya.