Wanita Lebih Berpeluang Masuk Surga

Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله
Perempuan lebih banyak berpeluang masuk surga daripada laki-laki. Sebab Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا ، وَصَامَتْ شَهْرَهَا ، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا ، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
Jika seorang isteri shalat 5 waktu, menjalankan puasa ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dikatakan kepadanya; masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang engkau kehendaki!” (HR. Ahmad, no. 1661. Dihasankan oleh Syaikh Syuaib Al-Arnauth)
Di dalam hadits di atas dikatakan “menaati suami”, itu jika memiliki suami. Jika ia belum memiliki suami, maka ia hanya wajib tiga hal sebelumnya. Dan itu sudah cukup menjadi modal untuk membuatnya masuk surga.
Inilah harapan setiap wanita shalihah, di sisi lain ia menaati suami, ia juga dapat membahagiakan anak-anaknya. Sebab seorang wanita memiliki dua peranan besar; kepada suaminya dan kepada anaknya. Kadang yang satu ingin diservice dan yang satu ingin diurusi. Kadang-kadang itu merupakan tanggung jawab yang berat, namun jika itu dijalani dengan benar, maka itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para ibu.
Di sana ada seorang wanita non muslim bernama Donna Dohar, seorang wanita ahli kimia. Beliau ditanya; apa yang Anda impikan dalam hidup ini? Maka beliau menjawab, “Saya merasa cukup bangga sebagai ibu yang telah melahirkan anak-anakku!”
Adapun kita, kita harus lebih bangga, bahkan lebih dari itu kita memiliki anak-anak yang menjadi mujahidin fii sabilillah, taat kepada Allah, taat kepada orang tua, dan menegakkan agama Allah.