Inilah Mukmin Yang Mantap!


Terdapat beberapa sifat yang disebutkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam tentang siapa manusia yang terbaik;
Pertama, Yang Belajar-Mengajar Al-Qur’an
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari, no. 5027)
Kedua, Yang Paling Baik Akhlaknya
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقًا
“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari, no. 6035)
Ketiga, Yang Paling Baik Saat Mengembalikan Hutang
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً
“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik saat mengembalikan hutang.” (HR. Bukhari. no. 2305)
Keempat, Yang Diharap Kebaikannya dan Dirasa Aman Keburukannya
خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang diharapkan kebaikannya dan dirasa aman keburukannya.” (Shahih At-Tirmidzi, no. 2263)
Kelima, Yang Paling Baik Kepada Isterinya
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada isterinya.” (Shahih Ibnu Hibban, no. 4177)
Keenam, Yang Memberi Makan dan Menjawab Salam
خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَرَدَّ السَّلَامَ
“Sebaik-baik kalian adalah yang memberi makan dan menjawab salam.” (Shahih Al-Jami’, no. 3318)
Ketujuh, Yang Paling Cepat Menutup Celah Shaf Shalat
خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِي الصَّلاَةِ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling cepat menutup celah shaf shalat.” (At-Targhib wa At-Tarhib, I/234)
Kedelapan, Yang Panjang Umurnya Shalih Amalnya
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan shalih amalnya.” (Shahih Al-Jami’, no. 3297)
Kesembilan, Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Shahih Al-Jami’, no. 3298)
Kesepuluh, Yang Paling Baik Kepada Kawan dan Tetangga
خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik bagi kawannya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik bagi tetangganya.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad, hal. 84)
Kesebelas, Yang Berhati Bersih dan Lisan Jujur
خَيْرُ النَّاسِ ذُو الْقَلْبِ الْمَخْمُومِ، وَاللِّسَانِ الصَّادِقِ “، قُلْنَا: فَقَدْ عَرَفْنَا الصَّادِقَ، فَمَا ذُو الْقَلْبِ الْمَخْمُومِ ؟ قَالَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ لا إِثْمَ فِيهِ وَلا بَغْيَ وَلا غِلَّ وَلا حَسَدَ
“Sebaik-baik manusia adalah yang memiliki hati bersih dan lisan jujur.” Kami (Para Sahabat) bertanya, “Orang jujur kami sudah mengerti, lalu apa yang dimaksud dengan hati bersih?” Beliau menjawab, “Seorang yang bertakwa, bersih, tidak memiliki dosa, tidak aniaya, tidak dendam, dan tidak dengki.” (Shahih Al-Jami’, no. 3291)
Translate: Tim Media Farid Okbah
Murajaah: KH. Farid Ahmad Okbah. MA