Kisah Syahidnya Abu Ayyub

 

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Kaum muslimin pernah menyerang Konstantinopel yang dipimpin oleh sahabat Muawiyah Radhiyallahu anhu bersama pasukannya.  Saat itu ada sahabat yaitu Abu Ayyub Al-Anshari, padahal beliau sudah tua renta.

Mengapa beliau masih berada dalam pasukan itu?

Komandan Mujahidin menyampaikan kepada beliau, “Wahai Abu Ayyub, Anda sudah tua, silahkan istirahat, biar kami yang maju.”

Beliau menjawab, “Tidak, aku telah diberitahu Rasulullah, bahwa aku akan dikebumikan di bumi Romawi.”

Abu Ayyub tetap menyertai pasukan itu. Namun di perjalanan ia mengalami sakit-sakitan hingga meninggal dunia. Namun ia telah memberi wasiat, “Jika aku meninggal, mandikan, kafankan, sholatkan jenazahku. Lalu bawalah aku berperang bersama pasukan. Hingga kalian menang melawan Romawi. Lalu kuburkanlah jasadku di sana.”

Dan apa yang dilakukan oeh kaum muslimin ini menggoncang hati kaum kuffar Romawi.

Musuh berfikir, “Bagaimana jika orang matinya saja minta ikut berperang, apalagi yang masih hidup?”

Maka dari itu, di sana kita dapati kuburannya Abu Ayyub Al-Anshari.

Kemudian musuh masuk ke benteng-benteng yang sulit ditaklukkan oleh kaum muslimin. Hingga pada akhirnya datang masa Muhammad Al-Fatih menaklukkannya pada tahun 1453 M, yang menyerang dari darat dan laut.