Menyingkap Makna Berpegang Teguh Kepada Al-Quran


Oleh: KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله
Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah!” (QS. Ali-Imran: 103)
Artinya; kita harus berpegang teguh kepada Al-Quran. Dan makna berpegang teguh memiliki lima pengertian;
Pertama, Al-Quran harus menjadi sumber ilmu.
Ambillah ilmu dari Al-Quran, karena sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.
Kedua, Menjadikan Al-Quran sebagai landasan amal.
Amal yang sesuai dengan Al-Quran, bukan berdasar teori karangan manusia.
Ketiga, Mendakwahkan Al-Quran.
Mengajak manusia kepada Al-Quran, karena misi inilah yang diemban oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam untuk mengubah jiwa-jiwa manusia. Yakni misi agar jiwanya hidup, manusia kembali kepada Allah, dan meninggalkan jahiliyah.
Keempat, Kembali kepada Al Qur’an saat terjadi perbedaan pendapat.
Jangan pendapat Anda yang didahulukan, bukan pendapat kita. Kita lihat bagaimana menurut Al-Quran, Sunnah, dan keterangan para shahabat.
Imam Ahmad berkata, “Bagi kami pokok Sunnah adalah berpegang teguh dengan pendapat para shahabat Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam.”
Kelima, Berhukum dengan Al-Quran.
Setiap kalian ada masalah, kembalikanlah kepada Al-Quran. Banyak kaum muslimin belum berhukum dengan Al-Quran, lihatlah dalam masalah ekonomi, kemana mereka lari? Ke pekerjaan-pekerjaan yang menyelisihi Islam. Begitu juga ketika terjadi dalam masalah rumah tangga, pendidikan, dan lainnya.