Antara Memaafkan dan Memarahi

 

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Memaafkan yang dianjurkan adalah yang berkaitan dengan hak pribadi.

Allah Ta’ala berfirman tentang sifat penghuni surga,

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاس

Yang menahan amarah dan memaafkan manusia.” (QS. Ali Imran : 134)

Para Ulama menjelaskan ayat ini; bahwa memberikan maaf lebih mulia daripada menahan emosi. Memberikan maaf lebih susah daripada hanya sekedar menahan emosi. Karena menahan emosi hanya satu langkah, sedangkan memaafkan itu dua langkah.

Ini harus menjadi watak kehidupan kita, yaitu mudah memaafkan. Setiap kali ada orang berbuat jahat kepada kita, jangan langsung dibalas! Karena sifat manusia itu balas dendam.

Kemudian kamu harus lihat ini kaitannya dengan hak Allah atau hak manusia?

Kalau hak pribadi, kita bisa maafkan. Adapun kalau hak Allah kita harus marah karena Allah!

Misalnya anak kita Shalat Subuhnya kelewatan, kita tidak bisa serta merta memaafkan. Karena itu hak Allah, kamu harus marahi anakmu!

Kalau anak gadis keluar rumah tanpa Jilbab, bukan kita maafkan dia, kamu harus marah! Tegur anakmu yang tidak menggunakan Jilbab itu, karena dia melanggar Allah.

Tetapi kalau menyangkut hak pribadi kita, misal dia mengambil uang kita, kita maafkan!