Apa Yang Mereka Lahirkan?

 

Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Suatu ketika Imam Malik ditegur oleh kawan-kawannya, “Wahai Malik, untuk apa kamu berletih-letih mengajarkan hadits? Lebih baik sibukkan diri dengan ibadah!”

Imam Malik menjawab, “Belum tentu apa yang aku kerjakan tidak lebih baik dari apa yang kalian lakukan. Masing-masing kita di atas kebaikan.”

Jawaban yang begitu bijak beliau lontarkan. Namun apa bukti yang terjadi?

Imam Malik melahirkan banyak ulama, seperti Imam Syafii dan lainnya. Sedangkan orang-orang itu, apa yang mereka lahirkan? Tidak ada.

Imam Malik melahirkan Al-Muwaththa’ yang dipelajari hingga sekarang. Ilmunya menyebar ke berbagai belahan dunia. Bahkan sampai terbentuk Madzhab Maliki.

Lalu di mana orang-orang yang menegur Imam Malik? Selesailah mereka bersamaan dengan selesainya umur mereka.

Demikianlah pengaruh ilmu itu luar biasa.

Suatu ketika ada yang datang ke rumah Imam Malik pada waktu siang, saat itu Imam Malik dalam kondisi tidak berwudhu. Tatkala orang itu tanya tentang hadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, Imam Malik minta waktu untuk berwudhu terlebih dahulu. Beliau tidak akan menyampaikan hadits kecuali dalam kondisi wudhu, karena begitu hormatnya beliau dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.

Imam Malik belajar dari siapa? Imam Malik belajar dari Ayub As-Sakhtiyani, yang beliau adalah sosok ahli hadits yang tidak menyampaikan hadits kecuali sambil berlinang air mata. Demikianlah kelembutan hati beliau. Itu lah yang mempengaruhi Imam Malik sehingga suka mempelajari hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam.