Bukan Harta Yang Membuat Bahagia

Banyak orang dalam mencari rezeki (dunia) tidak mengindahkan batasan halal dan haram. Mereka mengira bahwa kebahagian terletak pada banyaknya materi. Mereka beranggapan apabila seseorang mempunyai rumah mewah, mobil mewah, perusahaan mentereng, dan simpanan uang di bank yang melimpah, serta kekayaan lainnya, maka Orang tersebut bisa disebut bahagia.

Allah berfirman:

”Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: ”T uhanku télah memuliakanku” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: ’Tuhanku menghinakanku’.” (QS. AI-Fajr: 15-16)

 

Tapi sangat disayangkan, pada kenyataannya, orang seperti ini justru kehidupannya menderita, sehingga tak jarang terkena stress dari berbagai masalah yang menimpanya. Dalam kondisi seperti itu, ternyata harta tidak bisa selalu memecahkan masalah. Memang, harta tidak menjamin seseorang bahagia. Hanya harta dj tangan orang yang shalih saja yang bisa membahagiakan.