Hindari Amarah

 

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam ketika hendak menyampaikan berita kapan terjadinya malam Lailatul Qadr itu, beliau sudah senang ingin menyampaikan itu. Ketika keluar rumah melihat kedua orang yang sedang bersengketa, dua-duanya saling mencaci maki. Nabi Shallalahu alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kedua orang ini mengucapkan “Audzubillahi minas Syaitannir Rajim”, maka niscaya akan reda itu marahnya, dan karena dua orang berkelahi inilah aku dilupakan oleh Allah kapan pastinya malam Lailatul Qadr. Maka carilah pada akhir 10 Ramadhan!”

Akibat dari pada dua orang merugikan sepanjang jaman sejak Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam hingga akhir jaman.

Meskipun di sana ada hikmahnya, namun jika dipastikan malam Lailatul Qadr tanggal 27, semuanya akan ke masjid dan masjid akan penuh. Akan tetapi penyebabnya dua orang itu, padahal jika tidak ada dua orang itu kita bisa mendapatkan malam Lailatul Qadr secara pasti, karena kita berharap untuk mendapatkan itu.

Tetapi itulah takdir Allah yang menunjukan betapa kejahatan menjadi efek yang luar biasa, efeknya berimbas sepanjang jaman karena perilaku orang-orang itu.

Makanya emosi dan marah berasal dari setan. Berapa banyak terjadi perceraian dalam rumah tangga, berapa banyak perpecahan antara sahabat karena emosi yang tidak bisa terkendali.