Kemuliaan Ahli Ilmu

 

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (05. Ali Imran: 18)

Ibnul Qayyim menjelaskan ayat di atas dalam kitabnya Miftah Daaris Sa’aadah dengan mengatakan:

Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu dan orang yang memilikinya dari beberapa aspek:

 

Pertama, Mereka adalah orang yang mempersaksikan Allah.

 

Kedua, Digandengkannya persaksian mereka dengan persaksian Allah.

 

Ketiga, Digandengkannya persaksian mereka dengan persaksian para malaikat.

 

Keempat, Ayat ini mengandung arti mensucikan orang-orang yang menuntut ilmu syar’i, karena kesaksian (dari Allah) mengharuskan bersihnya jiwa mereka.