Qalbu Rusak Karena?

 

 

Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Qalbu itu rusak karena beberapa sebab:

  1. Sebab kemusyrikan, yaitu mempersekutukan Allah

dengan sesuatu selain Allah


”Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang
yang zhalim.” (05. Ali lmran: 151)

 

  1. Berpaling dari kebenaran dan mengikuti hawa nafsu

”…Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. ” (QS. Ash-Shaff: 5)

 

”…Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS. At-Taubah: 127)

”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. AI-Kahfi: 28)

  1. Kedengkian terhadap orang-orang mukmin


”Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor) ,mereka berdoa: ’Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.
(QS. AI-Hasyr: 10)

 

  1. Perbuatan dosa-dosa


”SekaIi-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang seIalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka
.” (QS. AI-Muthaffifin: 14)

Qalbu itu menentukan segala pikiran, ucapan, dan perilaku, maka apabila dia baik maka seluruh anggota tubuh akan ikut menjadi baik pula. Ibarat komandan yang mengendalikan seluruh pasukannya. Rasulullah bersabda:

”Sesungguhnya di dalam badan itu terdapat segumpal daging. Apabila Ia baik, baikIah seluruh badan. Apabila Ia rusak, rusaklah seluruh badan. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.”