Tiga Tingkatan Mukmin

 

 

Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Allah Ta’ala berfirman;
”Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pa/a) yang Iebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS. Faathir: 32)


Menurut Ibnu Taimiyah, seperti halnya shalat, dhaalimun linafsihi adalah orang yang suka mengakhirkan waktu shalat. Muqtasid adalah orang yang mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Sementara saabiqun bil khaz’rat adalah orang yang mengerjakan shalat tepat waktu, berjama’ah, dan mengerjakan shalat sunnah rawatib.

Umar bin Khaththab berpendapat, sebaik-baik perbuatan adalah mengerjakan yang diwajibkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang Allah serta berbaik  sangka terhadap Allah .

Ada pula orang yang mempunyai kewajiban menafkahi anak dan istri sehingga untuk itu ia bekerja keras bantingv tulang mencari rezeki. Anehnya sering ia meninggalkan kewajiban lainnya seperti shalat dan kewajiban lainnya. Tak jarang pula dia mencarinya dengan jalan yang tidak dibenarkan dalam syariat seperti riba, korupsi, dan sebagainya.

Orang yang menjalankan kewajiban dengan benar, menjalankan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat jika berkecukupan, menunaikan haji jika berkemampuan dan menjalankan tanggung jawab sesama manusia, berarti ia telah berjalan setengah langkah menuju keselamatan, sementara setengah berikutnya adalah menghindari hal-hal yang dilarang. ‘