Empat Model Kaum Muslim Menurut Orientalis

orientalis dalam memecah bela umat Islam, lewat pembagian ke dalam empat kelompok, di antaranya:

Muslim Fundamentalis

Siapa saja yang ingin bergerak menuju praktik Islam yang murni, atau memperjuangkan Islam, ingin mengembalikan negara Islam, mendirikan khilafah Islamiyah, itulah yang mereka sebut dengan muslim fundamentalis. Dan muslim kategori ini, adalah musuh utama Amerika.

Berkembangnya isu Wahabi, merupakan pekerjaan intelejen untuk mengadu domba umat Islam, dan sumbernya adalah Amerika. Karena mereka menyimpulkan, gerakan anti amerika adalah Wahabi, para mujahidin adalah Wahabi, itu adalah kesimpulan Amerika, yang kemudian dijadikan satu alat untuk memecah bela umat Islam.

Muslim Liberal

Walaupun penggabungan kedua kata ini (muslim dan liberal) kontradiktif, akan tetapi tetap dipaksakan untuk dimasukan ke dalam agama Islam. Mereka membuat satu jaringan dan dibiayai oleh Asian Foundation dari Amerika dan gerakan-gerakan asing lainnya yang ada di Indonesia. Kelompok liberal inilah yang digunakan oleh mereka sebagai kelompok intelektual untuk menghantam kelompok yang mereka sebut dengan muslim fundamentalis. Maka dibuatlah berbagai cara untuk menyebarkan pemahaman ini, baik lewat media, penerbitan buku, seminar, maupun lewat kurikulum di perguruan-perguruan tinggi, yang tujuannya membendung gerakan kelompok muslim fundamentalis.

Muslim Formalistik

Yakni kalangan orang-orang awam atau yang berilmu dari kaum muslimin, akan tetapi mereka beribadah sesuai apa yang mereka dapatkan turun-temurun tanpa mengembalikan ibadah tersebut kepada Al-Qur’an maupun As-sunnah. Mereka ini tidak dianggap bahaya, karena meraka bukan ancaman yang serius bagi Amerika.

Muslim Nasionalis

Yakni mereka yang memperjuangkan negara dan fanatik terhadap aturan-aturan negara walaupun sebagian aturan itu bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-sunnah. Ajaran apapun dari agama, mereka terima jika sesuai dengan aturan negara, jika tidak maka mereka tolak.

Ketiga kelompok ini berusaha dihadapkan dengan kelompok pertama, yakni kelompok yang mereka sebut muslim fundamentalis. Di Indonesia kita bisa merasakannya lewat kenyataan, entah itu di masyarakat, media, dakwah dan politik. Gerakan-gerakan ini mengarah kepada upaya menyudutkan kelompok muslim fundamentalis.