Hikmah Dalam Dakwah

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Bersikap hikmah saat berdakwah memiliki 2 makna;

Makna Pertama, Apabila kita merujuk kepada Al-Qur’an.

Apabila kata “hikmah” bersanding dengan Al-Kitab, maka hikmah bermakna Sunnah. Adapun jika kata “hikmah” berdiri sendiri, maka artinya Al-Quran dan Sunnah.

Allah berfirman, “Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah..” maknanya adalah Al-Qur’an dan Sunnah.

Dakwah harus berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Adapun jika hikmah dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan arti bijaksana, maka hikmah di sini tidak ada ukurannya. Yang ada seseorang akan menjadi bijaksana ucapannya jika berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

 

Makna            Kedua, Hikmah dalam pengertian para Ulama.

Disampaikan oleh Ibnu Taimiyah Rahimahullah bahwa Al-Hikmah mengandung tiga hal yang harus dimiliki para Da’i.

Pertama, Ilmu sebelum dakwah

Kedua, Penuh kasih sayang ketika berdakwah

Ketiga, Sabar setelah berdakwah.

Kita sampaikan nasehat dengan ilmu, sampaikan dengan lemah lembut, setelah itu kita sabar lihat prosesnya, karena setiap manusia tidak langsung berubah karena butuh waktu, butuh proses, kita datangi lagi, nasehati lagi dan seterusnya sampai dia sadar.