Jin Dalam Diri Manusia

 

 

Oleh : Farid Ahmad Okbah

 

Pernah suatu malam Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam keluar rumah. Aisyah merasa cemburu kemudian menunggu sambil melihat-lihat hingga datang Rasulullah.

Rasulullah bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu Anha, “Kenapa engkau ini wahai Aisyah? Apakah engkau sedang cemburu?”

Maka Aisyah mengatakan, “Bagaimana saya tidak cemburu terhadap seorang seperti engkau Ya Rasulullah?”

Aisyah cemburu takut jika Rasulullah datang ke rumah istri yang lain.

Kemudian Rasulullah mengatakan, “Apakah telah datang Syaitanmu?”

Maka Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Apakah dalam diri saya ada Syaitan?”

Maka Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Apakah dalam diriku ada Syaitan?”

Maka Rasulullah menjawab, “Iya”

“Apakah setiap diri manusia ada Syaitan?”

Maka Rasulullah mengatakan, “Iya”

“Apakah termasuk denganmu ya Rasulullah?”

Maka Rasulullah mengatakan, “Bersertaku ada Syaitan tetapi Allah membantuku sehingga dia masuk Islam.”

Di masing-masing kita ini ada satu jin yang akan terus menggoda kita, terus mempengaruhi kita dan dia bisa masuk hingga ke urat darah.

Hasan Al Bashri ditanya oleh murid-muridnya, “Apakah Syaitan itu tidur?” Maka beliau menjawab, “Kalau saja jin dan iblis itu tidur pasti kita bisa istirahat.”

Mereka terus berkerja 24 jam, karena itu perhatian kita untuk menangkalpun harus seperti itu.