Kisah Bai’at Ridwan

 

 

Perhatikan riwayat di bawah ini yang menggambarkan bagaimana kesadaran akan tanggung jawab dan resiko yang akan ditanggung mereka yang secara tulus memeluk Islam dari masyarakat Anshar yang datang kepada Rasulullah ke Makkah yang dikenal dengan peristiwa Bai’atul Aqabah.

Kami berkata: wahai Rasulullah! Kami membaiatmu.

 

Beliau bersabda: ”Kalian membaiatku atas ketaatan, baik dalam kondisi semangat, malas, maupun sedekah dalam kelapangan atau kesusahan, dan juga amar ma’ruf nahi munkar, dan kalian berbicara tentang Allah sedang kalian tidak takut karena Allah kepada celaan orang yang mencela, kalian menolongku, melindungiku. Jika aku datang kepada kalian, kalian melindungiku seperti melindungi diri kalian, istri~ istri kalian dan anak-anak kalian, kalian berhak mendapatkan Surga”.

 

Jabir berkata: kami berdiri dan membaiatnya. As’ad bin Zurarah memegang tangan beliau, dan dia yang paling kecil, dia berkata: tunggu sebentar wahai penduduk Yatsrib, kita tidak menempuh perjalanan jauh melainkan kita mengetahui bahwa dia adalah Rasulullah, beliau keluar pada hari ini demi memisahkan diri dari orang-orang Arab semuanya yang akan membunuh yang terbaik di antara kalian, dan pedang-pedang itu selalu berada di sisi kalian.

 

Kalian suatu kaum yang bersabar untuk itu dan kalian akan mendapatkan Surga, atau kalian adalah kaum yang takut terhadap diri kalian, jelaskan itu semua dan itu akan menjadi alasan di sisi Allah.

 

Mereka berkata: jauhkan ia dari kami ya As’ad, demi Allah kami tidak akan meninggalkan baiat ini selamanya dan kami tidak akan mencegahnya selamanya. Jabir berkata: kami berdiri dan membaiatnya. Beliau mengambil janji dari kita dan memberikan persyaratan dan memberikan kita Surga atas hal itu semuanya.”