Meneladani Enam Sahabat Inti

Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Dikatakan dalam kitab Shifatush Shafwah bahwa jika kita ingin mengetahui ilmu para sahabat, cukup memperhatikan 6 sahabat, karena ilmu mereka mencakup sahabat yang lain, yaitu;

Pertama, Umar bin Khattab. Coba pelajari pemikiran, riwayat, dan praktek beliau. Dimulai sejak beliau menjadi sahabat sampai menjadi khalifah. Kita akan menemukan banyak hal dari situ.

Kedua, Ali bin Abi Thalib. Beliau adalah gudangnya ilmu. Pelajarilah seluk beluk kehidupan beliau hingga menjadi khalifah.

Dua tokoh di atas sama-sama mati syahid. Yang satu dibunuh Majusi dan yang satu dibunuh oleh Khawarij.

Ketiga, Abdullah bin Mas’ud. Sosok sahabat yang ahli tafsir. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam menganjurkan kita untuk mengambil ilmu Al-Qur’an dari beliau.

Tiga sahabat di atas berasal dari kalangan Muhajirin.

Kemudian tersisa 3 sahabat lagi dari kalangan Anshar;

Keempat, Abu Darda’. Beliau adalah seorang ulama yang bijak

Kelima, Ubay bin Ka’ab. Beliau adalah seorang ahli Al-Qur’an

Keenam, Muadz bin Jabal. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam menyebutnya sebagai orang yang paling faham tentang halal dan haram.

Jika kita mampu mengambil pelajaran dari enam sahabat inti ini, insya Allah kita akan melihat bagaimana gambaran para sahabat, baik sisi ilmunya, ibadahnya, perjuangannya, dan lainnya sebagai hamba-hamba pilihan Allah.