Mengenal Akal

 

 

Oleh : KH. Farid Ahmad Okbah. MA حفظه الله

 

Kalau jasmani bisa terpuaskan dengan makan, minum, tidur, rekreasi, hubungan lawan jenis, olahraga, suplemen, gizi, istirahat, dan lain-lain, maka akal tidak mungkin dipuaskan kecuali dengan ilmu pengetahuan. Sedang ilmu pengetahuan itu sangat luas.

 

Ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi dua pengertian. Pengetahuan duniawi dan pengetahuan ukhrawi. Pengetahuan duniawi berkembang luar biasa baik humaniora, flora, dan fauna serta yang berkaitan dengan alam jagad raya lainnya. Apakah itu geologi atau astronomi. Tidak mungkin seorang manusia bisa menguasai semuanya, tetapi masing-masing akan mengambil sesuai dengan bakat dan kecenderungannya. Itu pun ada yang bersifat primer, sekunder, dan tersier.

 

Pengetahuan duniawi hanya akan memuaskan akal, sedangkan pengetahuan ukhrawi akan memuaskan segalanya. Akal bekerja untuk menangkap ilmu yang berkaitan dengan manusia. Seperti gejala tubuh dipelajari oleh ilmu kedokteran. Gejala psikis dipelajari oleh ilmu jiwa. Gejala sosial dipelajari oleh sosiologi. Gejala budaya dipelajari oleh antropologi. Gejala kebutuhan dipelajari oleh ilmu ekonomi. Gejala politik dipelajari oleh ilmu politik. Perjalanan hidup dipelajari oleh ilmu sejarah. Gejala bahasa dipelajari oleh ilmu filologi dan lain-lain ilmu yang sangat luas sampai kepada peradaban umat manusia.

 

Begitulah kemampuan akal pantas kalau ada penelitian yang mengatakan bahwa akal kita mempunyai kemampuan melebihi satu juta komputer tercanggih. Belum lagi hasil penelitian tentang flora dan fauna serta alam jagad raya yang membentang luas ini.