Ust Farid Saat Masih Di Kampung

 

Dahulu sewaktu saya di Bangil, saya ada cita-cita ke Jakarta. Namun sepertinya mustahil bisa ke Jakarta. Jangankan ke Jakarta, Jawa Tengah pun nggak tahu. Terus ke Jakarta pakai apa? Makan aja susah. Terus ke Jakarta ngapain? Orang masuk pesantren aja nggak punya duit. Pikiran waktu itu hanya pikiran kampung. Saya kira Indonesia itu hanya wilayah Bangil aja. Sempit banget pikran waktu itu. Dulu saya kira Soeharto itu di Singopolo, Antum tahu nggak Singopolo? Wilayah di Bangil sono. Tahu-tahu saya bisa keliling kemana-mana.

Qadarullah itu, itulah yang saya maksud memaksimalkan potensi. Namun orang tidak akan terlepas dari takdir Allah. Usaha dulu, maksimalkan dulu, baru doa dan pasrah kepada Allah. Itulah yang akan membuat Antum menjadi orang hebat.

Saya ingin Antum semua menjadi orang hebat. Bolehlah sekarang Antum masih seperti ini, tapi tiba-tiba nanti jadi gubernur, pengusaha, dan lain-lain. Kami bagian mendoakan Antum dari belakang.

Maksud saya Antum harus menjadi pribadi yang PD, karena kelemahan umat saat ini kurang PD.